Selasa, 30 Mei 2017

MOTIVASI DALAM KEHIDUPAN

Mencapai potensi hidup yang maksimal


Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir,
rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali kita terbentur oleh berbagai
kendala. Dan kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri.
Melalui karyanya, Joel Osteen menantang kita untuk keluar dari pola pikir yang
sempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru.

Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal :

* Langkah pertama adalah perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan ini
dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi.
Anda harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih.
Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu,
meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalam perbuatanmu dan dalam setiap
aspek kehidupanmu.

* Langkah ke dua adalah mengembangkan gambar diri yang sehat. Itu artinya Anda harus
melandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda.
Keberhasilanmu meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana Anda memandang
dirimu sendiri dan apa yang Anda rasakan tentang dirimu. Sebab hal itu akan menentukan
tingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak. Fakta menyatakan bahwa Anda tidak akan
pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai dirimu sendiri

* Langkah ke tiga adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu.
Target utama serangan musuh adalah pikiranmu. Ia tahu sekiranya ia
berhasil mengendalikan dan memanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka ia
akan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu.
Pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan.
Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran.

* Langkah ke empat adalah lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi...
Anda mungkin saja telah kehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminya
dalam hidup ini. Jika Anda ingin hidup berkemenangan , Anda tidak boleh memakai
trauma masa lalu sebagai dalih untuk membuat pilihan-pilihan yang buruk saat ini.
Anda harus berani tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan atas sikap burukmu
selama ini, atau membenarkan tindakanmu untuk tidak mengampuni seseorang.

* Langkah ke lima adalah temukan kekuatan di dalam keadaan yang paling buruk sekalipun
Kita harus bersikap :" Saya boleh saja terjatuh beberapa kali dalam hidup ini, tetapi
tetapi saya tidak akan terus tinggal dibawah sana." Kita semua menghadapi
tantangan dalam hidup ini . KIta semua pasti mengalami hal-hal yang datang
menyerang kita. Kita boleh saja dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk hidup
berkemenangan adalah belajar bagaimana untuk bangkit lagi dari dalam.


* Langkah ke enam adalah memberi dengan sukacita. Salah satu tantangan terbesar
yang kita hadapi adalah godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri.
Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang menginginkan yang terbaik buat kita,
Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahanNya dan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita,
namun kadang kita lupa dan terjebak dalam prilaku mementingkan diri sendiri.
Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah dibayangkan
apabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain.

* Langkah ke tujuh adalah memilih untuk berbahagia hari ini. Anda tidak harus menunggu
sampai semua persoalanmu terselesaikan. Anda tidak harus menunda kebahagiaan
sampai Anda mencapai semua sasaranmu. Tuhan ingin Anda berbahagia apapun kondisimu,
sekarang juga !



( Dikutip dari : Mencapai potensi hidup yang maksimal by Joel Osteen)

17 Hal yang harus diingat

1. Jika sudah terjadi masalah, tdk harus dihindari (bingung), tapi HARUS DIHADAPI dengan tenang (dipikirkan jalan keluarnya) dan pasti selesai/ ada jalan keluarnya.
2. Menghadapi semua hal, tdk boleh berpikir negatif, seperti: "saya pasti tdk mampu", "saya tdk bisa", dan seterusnya. Tapi selalu berpikir positif, seperti: "saya bisa, pasti ada jalan keluarnya" dan lain lain.
3. Sudah dan senang semuanya tergantung pikiran saja!! ( Pikiran adalah pelopor!!). Jadi jaga pikiran kita baik - baik. Jangan pikir yang jelek/negatif. Selalu berpikir yang positif (baik).

4. Segala kesulitan/kesusahan akan berakhir. sebesar apapun masalahnya akan selesai juga dengan berjalannya waktu. Seperti pepatah mengatakan : TIDAK ADA PESTA YANG TIDAK BERAKHIR.

5. Orang yg sukses 85% ditentukan dari sikap/prilaku, 15% baru ditentukan ketrampilan. Jadi sikap kita dalam hidup ini sangat penting.

6. Segala sesuatu berubah (anicca). Kita tdk perlu susah. Misalnya : sekarang susahnya, selanjutnya pasti berubah menjadi senang. sekarang ada orang yang tdk senang pada kita, suatu saat nanti akan baik juga.

7. Hukum karma, berarti berbuat baik akan mendapat hasil baik dan sebaliknya, seperti tanam padi, pasti panen padi. Ingat!! Usahakan setiap saat selalu berbuat (tanam) kebaikan agar mendapatkan (panen) kebaikan. Jgn melakukan kejahatan. Dan jgn berharap mendapat balasan dari perbuatan baik kita!!!

8. Kesehatan asalah paling nomor satu (berhaga). Jaga kesehatan kita dengan olahraga, istirahat yang cukup dan jangan makan sembarangan.
9. Hidup ini penuh dengan masalah/persoalan/penderitaan. Jadi kita sdh tahu TIDAK MUNGKIN SELALU LANCAR/TENANG. Siapkan mental, tabah, sabar dan tenaga untuk menghadapinya. itulah kenyataan hidup yang harus dihadapi oleh setiap manusia.

10. Masa depan seseorang sangat tergantung pada sikap dan buku buku yang dibaca. Jadi membaca sangat penting dan menentukan masa depan seseorang.

11. Jangan membicarakan kejelekan orang lain, karena kita akan dinilai jelek
oleh orang yg mendengarkannya.

12. Pergaulan sangat penting dan merupakan salah satu kunci sukses. Boleh bergaul dengan orang jahat maupun baik asal kita HARUS TAHU DIRI/JANGAN TERPENGARUH LINGKUNGAN. Lebih baik lagi apabila kita bisa menuntun yang jahat ke jalan yang benar.

13. Budi orang tua, tidak dapat dibayar dengan apapun juga. begitu juga dengan
budi orang2 yang telah membantu kita.

14. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi jangan minder dengan kekurangan kita. dan jangan iri dengan kelebihan orang. HARGAILAH DIRIMU APA ADANYA!!!\

15. JANGAN MEMPERTENTANGKAN (MEMPERDEBATKAN) hal hal kecil yang tdk berguna
dengan siapapun juga.
16. Kunci sukses dlm hidup ini, selalu bersemangat, berusaha, disiplin, sabar, bekerja keras, rajin berdoa/sembahyang, banyak berbuat baik serta tdk blh berputus asa.

17. Jangan Menilai orang dari Harta(kekayaan), penampilan ataupun kondisi
fisik. Semua orang itu SAMA!!!

Confidence, Trust and Hope

CONFIDENCE
Once, all village people decided to pray for rain. On the day of prayer,
all the people gathered but only one boy came with an umbrella; that's
Confidence.

TRUST
Trust should be like the feeling of a one-year-old baby. When you throw him
in the air, he laughs... because he knows you will catch him; that's Trust.

HOPE
Every night we go to bed, we have no assurance to get up alive in the next
morning but still we make plans for the coming day; that's Hope.

ALWAYS MAINTAIN YOUR CONFIDENCE
HAVE SOME TRUST IN OTHERS
and NEVER LOSE HOPE!

Never regret a day in your life.
Good days give you happiness;
Bad days give you experiences;
Both are essential to life

Beda antar Cinta, Suka, dan Sayang

Dihadapan orang yang kau cintai,
Musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah
Dihadapan orang yang kau sukai,
Musim dingin tetap saja musim dingin,hanya suasananya lebih undah sedikit

Dihadapan orang yang kau cintai
Jantungmu tiba-tiba berdebar lebih cepat
Dihadapan orang yang kau sukai,
Kau hanya merasa senang dan gembira saja.

Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai,
Matamu berkaca-kaca
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau sukai,
Engkau hanya tersenyum saja

Dihadapan orang yang kau cintai,
Kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam
Dihadapan orang yang kau sukai
Kata-kata hanya keluar dari pikiran saja.

Jika orang yang kau cintai menangis,engkaupun akan ikut menangis disisinya
Jika orang yang kau sukai menangis,engkau hanya menghibur saja.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata sedangkan rasa suka dimulai dari telinga.
Jadi jika kau mau berhenti menyukai seseorang,cukup dengan menutup telingga,
Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai,cinta itu
berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu
yang cukup lama.
"Tetapi selain rasa suka dan rasa cinta… ada perasaan yang lebih mendalam,yaitu
rasa saying…rasa yang tidak hilang secepat rasa cinta.Rasa yang tidak mudah
berubah.
Perasaan yang dapat membuatmu berkorban untuk orang yang kamu sayangi.Mau
menderita demi kebahagiaan orang yang kamu sayangi.Cinta ingin memiliki,tetapi
sayang hanya ingin melihat orang yang disayanginya bahagia….walaupun harus
kehilangan.

Untuk seseorang yang sedang jatuh cinta….......

Thursday, April 5, 2007

Segelas susu

Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup darimenjual asongan dari pintu ke pintu,
menemukan bahwa dikantongnya hanya tersisa beberapasen uangnya, dan dia sangat lapar.
Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanandari rumah berikutnya.
Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saatseorang wanita muda membuka pintu rumah.
Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya beranimeminta segelas air.
Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anaklelaki tersebut pastilah lapar,
oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu.
Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudianbertanya,
"berapa saya harus membayar untuk segelas besar susuini ?"
Wanita itu menjawab:
"Kamu tidak perlu membayar apapun".
"Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaranuntuk kebaikan" kata wanita itu menambahkan.
Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya danberkata :" Dari dalam hatiku aku berterima kasih padaanda."
Sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut mengalamisakit yang sangat kritis. Para dokter dikota itu sudahtidak sanggup menganganinya.
Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, dimanaterdapat dokter spesialis yang mampu menanganipenyakit langka tersebut.
Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukanpemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal siwanita tersebut,
terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokterKelly.
Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hallrumahsakit, menuju kamar si wanita tersebut.
Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui siwanita itu.
Ia langsung mengenali wanita itu pada sekalipandang.Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskanuntuk melakukan upaya terbaik
untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu,Ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasuswanita itu.
Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnyadiperoleh kemenangan.. . Wanita itu sembuh !!.
Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untukmengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanyauntuk persetujuan.
Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu padapojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannyake kamar pasien.
Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, iasangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihantersebut walaupun harus dicicil
seumur hidupnya.
Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihantersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannyapada pojok atas lembar tagihan tersebut.
Ia membaca tulisan yang berbunyi..
"Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu.."
tertanda, DR Howard Kelly.
Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa :"Tuhan, terima kasih, bahwa cintamu telah memenuhiseluruh bumi melalui hati dan tangan manusia"

Busuknya kebencian

Seorang Ibu Guru taman kanak-kanak (TK) mengadakan"permainan".
Ibu Gurumenyuruh tiap² muridnya membawa kantong plastiktransparan 1 buah dankentang. Masing² kentang tersebut diberi namaberdasarkan nama orang yangdibenci, sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukanberapa ... tergantungjumlah orang² yang dibenci.

Pada hari yang disepakati masing² murid membawakentang dalam kantongplastik. Ada yang berjumlah 2, ada yang 3 bahkan adayang 5. Sepertiperintah guru mereka tiap² kentang diberi nama sesuainama orang yangdibenci. Murid² harus membawa kantong plastik berisikentang tersebutkemana saja mereka pergi, bahkan ke toilet sekalipun,selama 1 minggu.

Hari berganti hari, kentang² pun mulai membusuk,murid² mulai mengeluh,apalagi yang membawa 5 buah kentang, selain beratbaunya juga tidak sedap.Setelah 1 minggu murid² TK tersebut merasa lega karenapenderitaan merekaakan segera berakhir.

Ibu Guru : "Bagaimana rasanya membawa kentang selama 1minggu ?"

Keluarlah keluhan dari murid² TK tersebut, padaumumnya mereka tidak merasanyaman harus membawa kentang² busuk tersebut kemanapun mereka pergi. Gurupun menjelaskan apa arti dari "permainan" yang mereka lakukan.

Ibu Guru : "Seperti itulah kebencian yang selalu kitabawa² apabila kitatidak bisa memaafkan orang lain. Sungguh sangat tidakmenyenangkan membawakentang busuk kemana pun kita pergi. Itu hanya 1minggu. Bagaimana jikakita membawa kebencian itu seumur hidup ? Alangkahtidak nyamannya ..."

Aku menangis untuk adikku 6 kali

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demihari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung merekamenghadap ke langit.Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.
Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis disekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laciayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut didepan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.:
"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya.
Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa punmengaku, jadi Beliau mengatakan :
"Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!".
Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi. Tiba-tiba, adikkumencengkeram tangannya dan berkata :
"Ayah, aku yang melakukannya! ".
Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitumarahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisannafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami danmemarahi,:
"Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yangakan kamu lakukan di masa mendatang? ... Kamu layak dipukul sampai mati!Kamu pencuri tidak tahu malu!".
Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuhdengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahanmalam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutupmulutku dengan tangan kecilnya dan berkata :
"Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."
Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanianuntuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masihkelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikkuketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk keSMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk kesebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman,menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnyamemberengut :"Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitubaik..."
Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas. Sambil berkata :
"Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?".
Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata :
"Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyakbuku."
Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya sambil berkata :
"Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya?. Bahkan jikaberarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berduasampai selesai!".
Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjamuang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yangmembengkak, dan berkata :
"Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidakakan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.".
Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan keuniversitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikkumeninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacangyang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkansecarik kertas di atas bantalku:
"Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja danmengirimu uang.".
Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan airmata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun.Aku 20. Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yangadikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi,aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas) . Suatu hari, akusedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan :
" Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana !".
Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, danmelihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen danpasir. Aku menanyakannya, :
"Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?"
Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan merekapikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akanmenertawakanmu? "
Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debudari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku :
"Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamuadalah adikku bagaimana pun penampilanmu. ..".
Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Iamemakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan :
"Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harusmemiliki satu."
Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalampelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.
Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telahdiganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, akumenari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskanbegitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambiltersenyum :
"Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkahkamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendelabaru itu..".
Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratusjarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya danmebalut lukanya.aku bertanya :
"Apakah itu sakit?".
"Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi,batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidakmenghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti.
Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun kewajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.
Ketika aku menikah, aku tinggal di kota . Banyak kali suamiku dan akumengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi merekatidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidakakan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan :
"Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."
Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkanpekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikkumenolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerjareparasi.
Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel,ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan akupergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu :
"Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harusmelakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yangbegitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"
Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. :
"Pikirkan kakak ipar...ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidakberpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apayang akan dikirimkan?"
Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yangsepatah-sepatah:
"Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"
"Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu,ia berusia 26 dan aku 29.
Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani daridusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanyakepadanya :
"Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?".
Tanpa bahkan berpikir ia menjawab :
"Kakakku."
Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidakdapat kuingat :
"Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiaphari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah danpulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku.Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja danberjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetarankarena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya.Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjagakakakku dan baik kepadanya."
Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannyakepadaku.
Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku akhirnya keluar juga :
"Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku."
Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaanini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

Senin, 15 Mei 2017

PELAYANAN KONTRASEPSI DAN RUJUKAN


TUGAS ASKEB V
PELAYANAN KONTRASEPSI DAN RUJUKAN

Hasil gambar untuk logo mercubaktijaya 
 OLEH KELOMPOK 5 :
RAISSA IRENA DIMENTIEVA (15211749)
SILVIA ZAINI (15211767)
WINDI APRIL CILIA (15211774)
YONA FIRDALI RANTI (15211775)



KELAS : 11.B
PRODI : D-III KEBIDANAN
DOSEN PEMBIMBING : DEVI SYARIF, S.SiT, M.Keb



STIKes MERCUBAKTIJAYA PADANG
TA : 2016/2017






BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Kontrasepsi efektif adalah metode kontrasepsi IUD, implant dan kontrasepsi mantap. Program Keluarga Berencana Nasional yang pada pelita V telah berkembang menjadi Gerakan Keluarga Berencana Nasional telah mencapai hasil-hasil yang menggembirakan.
Dengan meningkatnya peserta KB dengan metode kontrasepsi efektif terpilih tersebut, maka dituntut pelayanan yang lebih tinggi kualitasnya serta pengayoman yang lebih baik. Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan serta pengayoman ini, system rujukan merupakan salah satu hal yang penting, yang perlu diketahui oleh setiap petugas atau setiap unsur yang ikut serta dalam gerakan KB Nasional khususnya maupun oleh setiap peserta atau calon peserta KB pada umumnya.
Semakin rapi sistem rujukan, semakin meningkat pula mampu pelayanan serta pengayoman, sehingga dapat meningkatkan kemampuan peserta KB dengan metode kontrasepsi efektif.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka penulis dapat mengambil beberapa rumuswan masal;ah yaitu sebagai berikut :
1.      Tujuan rujukan
2.      Jenis rujukan
3.      Sasaran rujukan MKET
4.      Pengelolaan rujukan KB
1.3 Tujuan Penulisan Makalah
Dari rumusan masalah diatas, maka penulis dapat mengambil beberapa tujuan penuliosan masalah yaitu sebagai berikut :
1.      Ingin mengetahui tujuan rujukan
2.      Ingin mengerahui jenis rujukan
3.      Ingin mengerahui sasaran rujukan MKET
4.      Inginmengerahui pengelolaan rujukan MKET

BAB II
PEMBAHASAN
PELAYANAN KONTRASEPSI DAN SISTEM RUJUKAN
2.1 Definisi
Keluarga Berencana (KB) adalah perencanaan kehamilan sehingga kehamilan itu terjadi pada waktu seperti yang diinginkan, jarak antara kelahiran diperpanjang untuk membina kesehatan yang sebaik-baiknya bagi seluruh anggota keluarga, apabila jumlah anggota keluarga telah mencapai jumlah yang dikehendaki. (WHO Technical Report Series, 1972 NO. 458 dengan perubahan). Keluarga Berencana (KB) adalah suatu perencanaan individu atau pasangan suami istri khusus perempuan untuk :
1.      Menunda kesuburan untuk usia < 20 tahun
2.      Menghentikan kesuburan untuk usia > 35 tahun
3.      Menghindari resiko paling rendah bagi ibu dan anak pada kehamilan dan kelahiran yaitu antara 20-35 tahun
4.      Menjarangkan kehamilan (sebaiknya menjarakkan kehamilan 2- 4tahun). (Sarwono Prawirodihardjo, 2005) 
Program Keluarga Berencana merupakan usaha langsung yang bertujuan mengurangi tingkat kelahiran melalui penggunaan alat kontrasepsi. Berhasil tidaknya Program Keluarga Berencana akan menentukan pula berhasil tidaknya usaha mewujudkan kesejahteraan bangsa Indonesia. Pertambahan penduduk yang cepat, yang tidak seimbang dengan peningkatan produksi, akan mengakibatkan kegelisahan dan ketegangan-ketegangan sosial dengan segala akibatnya yang luas. 
2.2 Macam-Macam Jenis Alat Kontrasepsi
1.      Pil KB
Manfaat pil KB adalah membuat menstruasi menjadi sangat teratur, mengurangi rasa sakit dan kram saat menstruasi. Pada pil KB ada yang di dalamnya terdapat kandungan hormon progesteron dan ada juga yang di kombinasikan antara estrogen dengan progesteron. Alat kontrasepsi untuk wanita ini harus di minum secara rutin agar tidak mengalami kemungkinan hamil, jika tidak secara teratur maka akan membuat kemungkinan kehamilan akan tetap terjadi.

2.      Suntik KB
Alat kontrasepsi untuk wanita yang berikutnya adalah Suntik KB yang tentu saja akan di lakukan oleh para wanita yang mengikuti program KB setiap 3 bulan. Hal ini di lakukan untuk mencegah ovulasi atau pelepasan sel telur. Kelebihan dari alat kontrasepsi wanita yang satu ini adalah Suntik KB ini merupakan salah satu alat kontrasepsi yang sangat murah dan banyak di gunakan oleh masyarakat Indonesia.
3.      IUD/spiral
IUD merupakan singkatan dari Intra Uterine Device yang juga biasa di sebut dengan spiral, hal ini di karenakan bentuk dari alat kontrasepsi IUD/Spiral ini yang spiral. Cara pemakaian dari IUD/Spiral ini adalah dengan memasukkan alat kontrasepsi wanita tersebut ke dalam rahim.

Salah satu alat kotrasepsi yang banyak di pakai karena kenyamanannya, akan tetapi untuk pemasangan alat kontrasepsi wanita ini harus dengan bantuan dokter dengan alat tertentu. Jadi IUD/Spiral ini akan mencegah sperma bersarang dan bersatu dengan sel telur di dalam rahim. Untuk ketahanannya yakni selama 2 sampai dengan 5 tahun.
4.      Kondom
Alat kontrasepsi pria yakni Kondom ini bisa mencegah kehamilan dengan cara menutui bagian alat kelamin pria agar sperma yang keluar tidak bersatu dengan sel telur yang ada di dalam rahim wanita. Bentuk dari kondom ini yakni karet lateks yang sangat tipis dan terkadang terdapat bintik-bintik yang tentu saja akan memberi sebuah kesenangan.

Dengan alat kontrasepsi pria yang satu ini tentu saja kehamilan akan terhindarkan dengan cara yang sangat sederhana. Bahkan penyakit menular saat berhubungan seperti AIDS dan HIV akan terhindar dengan alat kontrasepsi pria Kondom ini.
5.      Vagina Diafragma
Vagina Diafragma adalah sebuah lingkaran cincin yang juga di lapisi karet yang fleksibel di gunakan untuk menutup rahim dan alat ini bisa di pasang pada liang vagina sebelum melakukannya.
6.      Susuk
Jenis alat kontrasepsi yang berikutnya adalah Norplant yang bisa juga di sebut sebagai implant. Jenis alat kontrasepsi macam seperti ini memang sebuah alat kontrasepsi yang di gunakan untuk jangka panjang yakni sekitar 5 tahunan. Macam alat kontrasepsi yang satu ini biasanya memang di pasang di bawah kulit persis dan juga banyak orang yang menggunakan Norplant atau susuk ini sebagai alat kontrasepsinya.

Biasanya didalam Norplant ini terdapat kapsul yang lentur dan kapsul tersebut seukuran korek api dan mempunyai bahan karet silastik. Dan ada juga kandungan progestin levonogestrel dalam Norplant ini yang memang biasanya kandungan tersebut bisa di temukan pada jenis alat kontrasepsi pil KB.

7.      Cervical Cap
Jenis alat kontrasepsi untuk yang satu ini mempunyai bentuk yang kecil dan lebih mirip dengan alat kontrasepsi diafragma.pemakaiannya dengan cara meletakkan Cervical Cap pada mulut rahim, dengan begitu akan menutup jalan sesuatu yang masuk dalam lubang rahim. Perlu di ketahui untuk memakai jenis alat kontrasepsi yang satu ini hanya di gunakan pada saat berhubungan saja.

8.      Spermatisida
Macam dan jenis alat kontrasepsi yang berikutnya adalah sebuah alat dengan nama Spermatisida yang ternyata merupakan sebuah senyawa kimia yang bisa membuat lumpuh dan membunuh sperma. Beberapa bentuk dari jenis alat kontrasepsi Spermatisida ini misalkan saja seperti krim, tablet, aerosol, jeli dan juga busa.
Cara menggunakan Spermatisida ini adalah dengan memasukkan alat Spermatisida ini ke dalam vagina 5-10 menit seusai berhubungan. Dan fakta yang lainnya, jangan gunakan jenis alat kontrasepsi Spermatisida ini dengan menggunakan tangan. Gunakan jenis alat kontrasepsi Spermatisida ini sesuai dengan aturan yang ada dalam kemasan agar mendapatkan hasil yang lebih maksimal.
Program Keluarga Berencana di Indonesia
1.      Pendidikan dan penerangan kepada masyarakat
2.      Pendidikan dan latihan petugas pelaksana program KB
3.      Pelaksanaan pelayanan KB yang terdiri dari; nasehat perkawinan, pelayanan kontrasepsi dan pengobatan kemandulan
4.      Penelitian dan penilaian program
5.      Pencatatan dan pelaporan

Tujuan dan Sasaran Program Keluarga Berencana
1.      Tujuan
Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan keluarga kecil yang bahagia, sejahtera yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran, sekaligus dalam rangka menjamin terkendalinya pertambahan penduduk di Indonesia.
2.      Tujuan Khusus
a.       Penurunan fertilitas melalui pengaturan kelahiran dengan pemakaian alat kontrasespi
b.      Penurunan angka kematian ibu hamil dan melahirkan
c.       Penurunan angka kematian bayi
d.      Penanganan masalah kesehatan reproduksi
e.       Pemenuhan hak-hak reproduksi

Ruang Lingkup Program KB
a.       Kehamilan
b.      Bayi
c.       Kanak-kanak
d.      Remaja
e.       PUS
f.       Pasca PUS
g.      Lansia
Manfaat Keluarga Berencana terhadap Pengendalian Penduduk (Bangsa dan Negara)
Program Keluarga Berencana merupakan salah satu usaha penanggulangan kependudukan yang merupakan bagian yang terpadu dalam program pembangunan nasional dan bertujuan untuk turut serta mencipatakan kesejahteraan ekonomi, spiritual dan sosial budaya penduduk Indonesia, agar dapat dicapai keseimbangan yang baik dengan kemampuan produksi nasional.
Manfaat Keluarga Berencana bagi kepentingan nasional
a.       Meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan ibu dan anak serta keluarga dan bangsa pada umumnya.
b.      Meningkatkan taraf hidup rakyat dengan cara menurunkan angka kelahiran sehingga pertambahan penduduk sebanding dengan peningkatan produksi.
Pelaksanaan Program Keluarga Berencana di Indonesia berpijak pada dua landasan
a.       Prinsip kepentingan nasional
b.      Prinsip sukarela, demokrasi dan menghormati hak azazi manusia.       
Karena berpijak pada prinsip sukarela maka usaha yang dilakukan merangsang minat masyarakat terhadap pelaksana Keluarga Berencana. Adapun usaha-usaha yang dilakukan antara lain melalui pendidikan, penyuluhan dan pendekatan medis. Kegiatan penerangan dan penyuluhan ditujukan pada masyarakat umum agar setiap anggota masyarakat memiliki pengertian dan rasa tanggung jawab akan terciptanya keluarga sejahtera dengan menerima Norma Keluarga Kecil yang Bahagia dan Sejahtera (NKKBS).
2.3 Rujukan Akseptor KB Bermasalah
Pada beberapa laporan ilmiah dijeskan bahwa terjadi peningkatan akseptor Metode Kontrasepsi Efektif Terpadu (MKET), yang berupa metode kontrasepsi hormonal, IUD dan steril. Dengan meningkatkan jumlah akseptor KB tersebut, maka pemerintah/pemberi pelayanan KB dituntut untuk meningkatkan pelyanan yang lebih tinggi kualitasnya dan suatu upaya opengayoman akseptor yang lebih baik. Dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan dan upaya pengayoman akseptor ini, maka system rujukan merupakan sustu hal yang penting yang perlu diketahui oleh setiap elemen yang terkait dengan pelayanan KB (petugas, calon/akseptor, lembaga dan masyarakat.
Sistem rujukan dalam mekanisme pelayanan merupakan suatu sistem pelimpahan tanggung jawab timbal balik atas kasus masalah yang berhubungan dengan KB di antara pelayanan KB yang ada, baik secara vertical maupun horizontal.
Tujuan Rujukan
Tujuan sistem rujukan di sini adalah untuk meningkatkan mutu, cakupan dan efisiensi pelaksanaan pelayanan metode kontrasepsi secara terpadu. Perhatian khusus terutama ditujukan untuk menunjang upaya penurunan angka kejadian efek samping, komplikasi dan kegagalan penggunaan kontrasepsi.
1.      Terwujudnya suatu jaringan pelayanan KB yang terpadu di setiap tingkat, sehingga masing-masing unit pelayanan KB sesuai dengan tingkat kemampuan, berdaya guna dan berhasil guna maksimal, sesuai dengan tingkat kemampuannya masing-masing.
2.      Peningkatan dukungan terhadap arah dan pendekatan program KB Nasional dalam hal perluasan jangkauan/pemerataan pembinaan dengan pelayanan yang bermutu, dapat ditingkatkan serta perlindungan penuh kepada masyarakat.
3.      Meninhkatkan mutu, cakupan dan efisiensi pelaksanaan pelayananmeyode kontrasepsi secara terpadu. Perhatian khusus terutama ditujukan untuk menunjang upaya penurunan angka kejadian efek samping, komplikasi dan kegagalan penggunaan kontrasepsi.
Sistem rujukan upaya kesehatan adalah suatu sistem jaringan fasilitas pelayanan kesehatan yang memungkinkan terjadinya penyerahan tanggung jawab secara timbal balik atas masalah yang timbul, baik secara vertical maupun secara horizontal kepada fasilitas pelayanan yang lebih kompeten, terjangkau dan rasional. Tidak dibatasi oleh wilayah administrasi. Dengan pengertian tersebut, maka merujuk berarti meminta pertolongan secara timbal balik kepada fasilitas pelayanan yang lebih kompeten untuk penanggunalangan masalah yang sedang dihadapi.
Untuk itu dalam melaksanakan rujukan harus telah pula diberikan:
1.      Konseling tentang kondisi klien yang perlu menyebabkan perlu rujukan.
2.      Konseling tentang kondisi yang diharapkan diperoleh di tempat rujukan.
3.      Informasi tentang fasilitas pelayanan kesehatan tempat rujukan dituju.
4.      Pengantar tertulis kepada fasilitas pelayanan yang dituju mengenai kondisi klien saat ini dan riwayat sebelumnya serta upaya/tindakan yang telah diberikan.
5.      Bila perlu, berikan upaya mempertahankan keadaan umum klien.
6.      Bila perlu, karena kondisi klien, dalam perjalanan menuju tempat rujukan harus didampingi perawat/bidan.
7.      Menghubungi fasilitas pelayanan tempat rujukan dituju agar memungkinkan segera menerima rujukan klien.
Jenis Rujukan
Rujukan Metode Kontrasepsi Efektif Terpilih (MKET) dapat dibedakan atas tiga jenis yaitu sebagai berikut:
1.      Pelimpahan Kasus
a.       Pelimpahan kasus dari unit pelayanan MKET yang lebih sederhana ke unit pelayanan MKET yang lebih mampu dengan maksud memperoleh pelayanan yang lebih baik dan sempurna
b.      Pelimpahan kasus dari unit pelayanan MKET yang lebih mampu ke unit pelayanan yang lebih sederhana dengan maksud memberikan pelayanan selanjutnya atas kasus tersebut
c.       Pelimpahan kasus ke unit pelayanan MKET dengan tingkat kemampuan sama dengan pertimbangan geografis, ekonomi dan efisiensi kerja.
2.      Pelimpahan pengetahuan dan keterampilan
a.       Pelimpahan tenaga dari unit pelayanan MKET yang lebih mampu ke unit pelayanan MKET yang lebih sederhana dengan maksud memberikan latihan praktis
b.      Pelimpahan tenaga dari unit pelayanan MKET yang lebih sederhana ke unit pelayanan MKET yang lebih mampu dengan maksud memberikan latihan praktis
c.       Pelimpahan tenaga ke unit pelayanan MKET dengan tingkat kemampuan sama dengan maksud tukar-menukar pengalaman
3.      Pelimpahan bahan-bahan penunjang diagnostic
a.       Pelimpahan bahan-bahan penunjang diagnostik dari unit pelayanan MKET yang lebih sederhana ke unit pelayanan MKET yang lebih mampu dengn maksud menegakkan diagnose yang lebih tepat
b.      Pelimpahan bahan-bahan penunjang diagnostic dari unit pelayanan MKET yang lebih sederhana dengan maksud untuk dicobakan atau sebagai informasi
c.       Pelimpahan bahan-bahan penunjang diagnostic ke unit pelayanan dengan tingkat kemampuan sama dengan maksud sebagai informasi atau untuk dicobakan
Sasaran Rujukan MKET
1.      Sasaran obyektif
a.       PUS yang akan memperoleh pelayanan MKET
b.      Peserta KB yang akan ganti cara ke MKET
c.       Peserta KB MKET untuk mendapatkan pengamatan lanjutan
d.      Peserta KB yang mengalami komplikasi atau kegagalan pemakaian MKET
e.       Pengetahuan dan keterampilan MKET
f.       Bahan-bahan penunjang diagnostic
2.      Sasaran subyektif
Petugas-petugas pelayanan MKET disemua tingkat wilayah.






Jaringan rujukan MKET
1.      Dokter/bidan praktek swasta, rumah bersalin dengan kewajiban
a.       Merujuk kasus-kasus yang tidak mampu di tanggulangi sendiri keunit pelayanan MKET yang lebih mampu dan terdekat
b.      Menerima kembali untuk tidakan lebih lanjut kasus yang dikembalikan oleh unit pelayanan MKET yang lebih mampu.
c.       Mengadakan konsultasi dengan mengusahakan kunjungan ke unit pelayanan yang lebih mampu meningkatkan pengetahuan pelayanan yang lebih mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
d.      Mengusahakan kunjungan tenaga dari unit pelayanan MKET yang lebih mampu untuk pembinaan tugas dan pelayanan MKET

2.      Unit pelayanan MKET tingkat kecamatan (puskesmas) yang mempunyai kewajiban sebagai berikut :
a.       Menerima dan menanggulangi kasus rujukan dari unit pelayanan MKET
b.      Mengirim kembali kasus yang sudah di tanggulangi untuk dibina l;ebih lanjut oleh unit pelayanan MKET yang merujuk
c.       Merujuk kasus kasus yangtidak mampu ditanggulangi keunit pelayanan MKET yang lebih mampu dan terdekat
d.      Menerima kembali untuk penerimaan tindak lanjut kasus-kasus yang dikembalikan oleh unit pelayanan MKET yang lebih mampu
e.       Mengadakan konsultasi dan mengadakan kunjuungan keunit pelayanan yang lebih mampu untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
f.       Mengusahakan adanya kunjungan tenaga dari unit pelayanan MKET yang lebih mampu untuk pembinaan petugas dan pelayanan masyarakat
g.      Mengirim bahan-bahan penunjang diagnostic ke unit pelayanan MKET yang lebih mampu, jika tidak dapat melakukan pemeriksaan diagnose yang lebih tepat
h.      Menerima kembali hasil pemeruiksaan bahan-bahan diagnostic yang sebelumnya dikirim keunit pelayanan MKET yang lebih mampu

3.      Unit pelayanan MKET tingkat kabupaten/kotamadya (RS Kelas D, RS Kelas C).
a.       Menerima dan menaggulangi kasus rujukan dari unit pelayanan MKET di bawahnya
b.      Mengirim kembali kasus yang sedang ditanggulangi untuk dibina lebih lanjut oleh unit pelayanan MKET yang merujuk
c.       Merujuk kasus-kasus yang tidak mampu ditanggulangi keunit pelayanan MKET yang lebih mampu dan terdekat
d.      Kasus kembali untuk pembinaan tindak lanjut kasus-kasus yang dikembalikan oleh unit pelayanan MKET yang lebih mampu
e.       Mengadakan konsultasi dan mengadakan kunjungan keunit pelayanan yang lebih mampu untuk pembinaan petugas dan pelayanan masyarakat
f.       Mengusahakan adanya kunjungan tenaga dari unit pelayanan yang lebih mampu untuk pembinaan petugas dan pelayanan masyarakat
g.      Mengirim bahan-bahan penunjang diagnostic ke unut pelayanan MKET yang lebih mampu, jika tidak mampu melakukan pemeriksaan sendiri atau jika hasilnya meragukan untuk menegakan diagnose yang lebih tepat.
h.      Menerima kembali hasil pemeriksaan bahan-bahan dagnostic sebelumnya dikirim keunit pelayanan MKET yang lebih mampu.

4.      Unit pelayanan MKET tingkat privinsi (RS Kelas C, RS Kelas B, RS Kelas B2)
a.       Menerima dan menanggulangi kasus rujukan dari unit pelayanan MKET dibawahnya
b.      Mengirim kembali kasus yang sudah ditanggulangi untuk dibina lebih lanjut oleh unit pelayanan MKET yang merujuk
c.       Menerima konsultasi dan latihan petugas pelayanan MKET dari unit pelayanan MKET dibawahnya
d.      Mengusahakan dilaksanakan kunjungan temaga/spesialis keunit pelayanan MKET yang kurang mampu untuk pembinaan petugas dan pelayanan masyarakat
e.       Menerima rujukan bahan-bahan penunjang diagnostic
f.       Mengirim hasil pemeriksaan bahan-bahan penunjang diagnostic tersebut diatas

5.      Unit pelayanan MKET tingkat pusat (RS Kelas A)
a.       Menerima dan menanggulangi kasus rujukan dari unit pelayanan  MKET dibawahnya
b.      Mengirim kembali kasus yang sudah ditanggulangi untuk dibina lebih lanjut oleh unit pelayanan MKET yang merujuk
c.       Menerima konsultasi dan latihan petugas pelayanan MKET dari unit pelayanan MKET di bawahnya
d.      Mengusahakan dilaksanakannya kunjungan tenaga/spesialis keunit pelayanan MKET yang kurang mampu untuk pembinaan petugas dan pelayanan masyarakat
e.       Menerima rujukan bahan-bahan penunjang diagnostic
f.       Mengirimkan hasil pemeruksaan bahan-bahan penunjang diagnostic tersebut diatas
2.4 Mekanisme (TATA CARA) rujukan
1.      Rujukan kasus
a.       Unit pelayanan yang merujuk
1)      Unit pelayanan MKET yang merujuk kasus ke unit pelayanan yang lebih mampu
Unit pelayanan yang bisa merujuk kasus ke unit pelayanan yang lebih mampusetelah melakukan proses pemeriksaan dan dengan hasil sebagai berikut :
a)      Berdasarkan pemeriksaan penunjang diagnostic kasus tersebut tidak dapat diatasi
b)      Setel;ah dirawat dan diobati ternyata penderita masih memerlukan perawatan dan pengobatan di unit pelayanan yang lebih mampu
2)      Unit pelayanan merujuk kasus ke unit palayanan yang lebih sederhana
a)      Setelah melakukan pemeriksaan dengan atau tanpa pemeriksaan penunjang diagnistik, terhadap penderita ternyata pemngobatan dan perawatan dapat dilakukan diunit pelayanan yang lebih sederhana
b)      Setelah melakukan pengobatan dan perawatan ternyata penderita masih melakukan pembinaan selanjutnya yang dapat dilakukan oleh unit palayanan yang lebih sederhana
3)      Unit pelayanan yang merujuk kasus keunit pelayanan dengan kemampuannya yang sama.
a)      Setelah melakukan pemeriksaan dengan atau tanpa pemeriksaan penunjang diagnostic, ternyata untuk memudahkan penderita pengobatan dan perawatan dapat dilakukan di unit pelayanan yang lebih dekat
b)      Setelah melakukan pengobatan dan perawatan, penderita masih memerlukan pembinaan lanjutan di unit pelayanan yang lebih dekat

b.      Unit layanan yang menerima rujukan
1)      Unit pelayanan yang menerima rujukandari unit pelayanan yang lebih sederhanana
a)      Memberikan informasi
b)      Memberikan latihan-latihan pada tenaga yang dikirimkan
c)      Memberikan kunjungan tenaga-tenaga yang diperlukan oleh unit pelayanan yang dirujuk
2)      Unit pelayanan yang merima rujikan dari unit pelayanan yang lebih mampu
a)      Memanfaatkan tenaga-tenaga yang dikirim oleh unit pelayanan yang merujuk untuk pembinaan petugas masyarakat
b)      Memanfaatkan informasi yang dikirim  oleh unit pelayanan yang merujuk untuk pembinaan tugas
3)      Unit pelayanan yang menerima rujikan dari unit pelayanan dengan kemampuan setingkat
Memanfaatkaninformasi tentang pangalaman dari unit pelayanan yang merujuk untuk pembinaan tugas
Pengeloaan Bantuan Biaya Penanggulangan Komplikasi, Kegagalan Biaya Rujukan

1.      Bantuan biaya
Diberikan kepada peserta KB yang mengalami efek samping komplikasi maupun kegagalan:
a.       Efek samping ,dengan memberikan obat- obat efek samping secara gratis
b.      Kasus kegagalan AKDR,implant dan kontrasepsi mantan dengan kelahiran normal mendapat  bantuan biaya yang disesuaikan dengan perturan daerah setempat dengan ketentun tarif rumah sakit pemerintah kelas 3
c.       Yang dimaksud dengan komplikasi/kasus kegagalan yang disertai komplikasi AKDR,implant dan kontrasepsi mantap misalnya:
1)      Infeksi berat yang memerlukan perawatan
2)      Perdarahan berat yang memerlukan perawatan
3)      Tindakan pemeriksaan rontgen dan laboratorium untuk membantu diagnosis
4)      Komplikasi yang memerlukan tindakan operasi
5)      Berdasarkan biaya komplikasi disesuaikan dengan peraturan daerah setempat dengan ketentuan tarif rumah sakit pemerintah kelas3,termasuk biaya obat-obatan terpakai
d.      Kasus komplikasi/kegagalan yang memerlukan rujukan.apabila peserta kb yang mengalami komplikasi /Kegagalan herus dirujuk dari unit pelayanan yang lebih rendah ke unit pelayanan kb yang lebih tinggi, bantuan biaya transport penderita ditanggung sesuai dengan peraturan yang ada. Semua        kasusefek samping,komplikasi serta kegagalan tersebut diatas dapat dilayani disemua tempat pelayanan tidak dibatasi pada domisili/tempat tinggal peserta kb yang bersangkutan.
e.       Peserta kb yang mengalami kegagalan /komplikasi dan mencari jasa pelayanan/perawatan swasta yang tidak ditunjuk untuk itu (seperti dokter swasta,RB/RS swasta) dianggap untuk menanggulangi dengan kemampuaannya sendiri.bagi mereka dipandang tidak perlu diberikan bantuan biaya atau maksimal hanya diberikan bantuan minimum,kecuali untuk kasus-kasus gawat darurat seperti misalnya pemakaian IUD dengan kehamilan diluar kandungan dengan perdarahan dalam keadaan pre shock.

2.      Prosedur
a.       Efek sampingan.
Pengadaan obat-obat efek samping dilaksanakan secara terkoordinir ditingkat propinsi antara BKKBN dengan unit pelaksana sesuai rencana kebutuhan yang telah disepakati .sedangkan distribusinya dilaksanakan melalui BKKBN kabupaten /kodya dan alokasinya (penjatahannya) pada masing – masing klinik kb dibicarakan bersama dengan unit pelaksana kabupaten/kodya yang bersangkutan.
b.      Komplikasidan kegagalan .bantuan biaya komplikasi dan kegagalan yang disebabkan pemakaian alat kontrasepsi diambil di BKKBN kabupaten/Kodya oleh:
1)      Tempat pelayanan (Rumah Sakit/Puskesmas /PKBRS).
2)      Dalam keadaan khusus oleh pasien /Suami pasien/orang lain yang diberi kuasa secara tertulis
3)      Pengambilan bantuan biaya penanggulangan kegagalan /komplikasi pemakaian kontrasepsi dengan menyerahkan kwitansi bukti pembayaran kegagalan /komplikasi  pemakaian alat  kontrasepsi disertai dengan surat keterangan diagnosa dari dokter yang merawat serta surat keterangan dari KKb tempat pemasangan kontrasepsinya, dan surat pernyataan pasien bahwa sudah mendapat perawatan dan pengobatan dan sudah /belum membayar.
4)      Rumah sakit /Puskesmas /PKBRS dapat mengajukan uang muka ke BKKBN kab/kodya. Penyaluran uang mula selanjutnya kepada BKKBN Dati II setempat.
Tata Laksana Rujukan
1.      internal antar petugas di satu puskesmas
2.      Antara puskesmas pembantu dan puskesmas
3.      Antara masyarakat dan puskesmas
4.      Antara satu puskesmas dan puskesmas yang lain
5.      Antara puskesmas dan rumah sakit, laboratorium atau fasilitas pelayanan kesehatan yang lain
6.      internal antara bagian /unit pelayanan didalam satu rumah sakit
7.      Antar rumah sakit, laboratorium atau fasilitas pelayanan lain dan rumah sait,laboratorium atau fasilitas pelayanan yang lain.
Rujukan bukan berarti melepaskan tanggung jawab dengan menyerahkan klien-klien ke fasilitas pelayanan kesehatan lainnya,akan tetapi karena kondisi klien yang mengharuskan pemberian pelayanan yang lebih kompeten dan bermutu melalui upaya rujukan. Untuk itu, dalam melaksanakan rujukan harus telah pula diberikan:
1.      Konseling tentang kondisi klien-klien yang menyebabkan perlu dirujuk
2.      Konseling tentang kondisi yang diharapkan diperoleh di tempat rujukan
3.      Informasi tentang fasilitas pelayanan kesehatan tempat rujukan yang dituju
4.      Pengantar tertulis kepada fasilitas pelayanan yang dituju mengenai kondisi klien saat ini, riwayat kesehatan sebelumnya,serta upaya/ tindakan yang telah diberikan
5.      Bila perlu diberikan upaya mempertahankan keadaan umum klien
6.      Bila perlu, karena kondisi klien, dalam perjalanan menuju tempat rujukan harus didampingi perawat/bidan
7.      Menghubungi fasilitas pelayanan tempat rujukan dituju agar memungkinkan segera menerima rujukan klien.





            Fasilitas pelayanan kesehatan yang menerima rujukan,setelah memberikan upaya pennggulangan dan kondisi klien telah memungkinkan, harus segera mengembalikan klien ke tempat fasilitas pelayanan asalnya dengan terlebih dahulu memberikan :
1.      Konseling tentang kondisi klien sebelum dan sesudah diberi upaya penanggulangan
2.      Nasehat yang perlu diperhatikan klien mengenai kelanjutan penggunaan kontrasepsi
3.      Pengantar tertulis kepada fasilitas pelayanan yang merujuk mengenai kondisi klien berikut upaya penanggulangan yang telah diberikan serta saran – saran upaya pelayanan lanjutan yang harus dilaksanakan ,terutama tentang penggunaan kontrasepsi.
Pengelolaan Rujukan KB
a.       Tatacara merujuk dan menerima rujukan kasus
1.      Unit pelayanan KB yang rusak
Kasus bisa setelah dirujuk setelah melalui proses pemeriksaan antara lain sebagai berikut :
a)      dari hasil pemeriksaan penunjang medis sudah dapat dipastikan tidak dapat diatasi.
b)      Memerlukan pemeriksaan penunjang medis yang lebih lengkap, tetapi pemeriksaan harus bersama penderitaan yang bersangkutan.
c)      Setelah diobati/dirawat ternyata memerlukan pengobatan dan perawatan di unit pelayanan KB yang lebih mampu.
2.      Unit pelayanan KB yang menerima rujukan
a)      Dapat mengembalikan penderitaan sesudah dirawat diobati tetapi memerlukan pengawasan /pembinaan selanjutnya dari unit pelayanan KB yang merujuk.
b)      Sesudah diperiksa dan keperluan pemeriksaan penunjang medis diselesaikan, pengobatan serta perawatannya dapat dilakukan di unit pelayanan KB yang merujuk.
c)      Unit pelayanan KB yang menerima rujukan harus memberi laporan/informasi (umpan balik) apabila penderita sembuh dan tidak perlu pengawasan selanjutnya ataupun meninggal dunia.
d)     Unit pelayanan KB
b.      Tatacara administrasi merujuk dan menerima rujukan kasus
1.      Unit pelayanan KB yang merujuk
a)      Membuat surat pengiriman penderita
b)      Menyelesaikan hal-hal yang menyangkut administrasi

2.      Unit pelayanan KB yang menerima rujukan
a)      Membuat tanda terima untuk unit pelayanan KB
b)      Membuat hasil pemeriksaan dan pengobatan serta perawatan pada kartu catatan medik rujukan KB.
c)      Mengirim kembali ke unit pelayanan KB yang merujuk bila perlu pengawasan / pembinaan selanjutnya.
d)     Merujuk ke unit pelayanan KB yang lebih mampu bila diperlukan
Tatacara evaluasi dan monitoring
1.       Masing-masing unit pelayanan KB yang ada membuat laporan pelaksanaan rujukan KB ke pengelola tingkat Propinsi.
2.       Pengelola tingklat Propinsi melakukan dan mebuat rekapitulasi pelaksanaan rujukan KB di wilayahnya masing-masing kemudian diumpan balikkan ke unit pelayanan KB yang bersangkutan dan di laporkan ke pengelola tingkat pusat.
3.       Pengelola tingkat pusat melakukan monitoring dan menyusun laporan pelaksanaan rujukan KB yang akan menjadi bahan untuk menetapkan kebijaksanaan selanjutnya mengumpan balikkan ke masing-masing Propinsi bersangkutan.













BAB III
PENUTUP
3.1      Kesimpulan
Sistem rujukan dalam mekanisme pelayanan merupakan suatu sistem pelimpahan tanggung jawab timbal balik atas kasus masalah yang berhubungan dengan KB di antara pelayanan KB yang ada, baik secara vertical maupun horizontal.
Tujuan sistem rujukan di sini adalah untuk meningkatkan mutu, cakupan dan efisiensi pelaksanaan pelayanan metode kontrasepsi secara terpadu.
a.       Mewujudkan suatu jaringan pelayanan KB yang terpadu di setiap tingkat, sehingga masing-masing unit pelayanan KB sesuai dengan tingkat kemampuan, berdaya guna dan berhasil guna maksimal.
b.      Pembinaan dukungan terhadap arah dan pendekatan program KB Nasional dalam hal perluasan jangkauan/pemerataan pembinaan dengan pelayanan yang bermutu, dapat ditingkatkan serta perlindungan penuh kepada masyarakat.

3.2      Saran
Kami merasa pada makalah ini kami banyak kekurangan, karena kurangnya referensi dan pengetahuan pada saat pembuatan makalah ini.Kami sebagai penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun pada pembaca agar kami dapat membuat makalah yang lebih baik lagi.









DAFTAR PUSTAKA
marmi. 2016. Buku ajar pelayanan KB. Pustaka pelajar. yogyakarta
https://rizkimarizayeni.wordpress.com/2014/07/01/pelayanan-kb-dan-rujukannya/















Tanda - Tanda Bahaya Kehamilan pada Ibu Hamil Trimester 1,2,3

Tanda - Tanda Bahaya Kehamilan pada Ibu Hamil Trimester 1,2,3 Kebutuhan Pengetahuan Tentang Tanda - Tanda Bahaya Kehamilan pada Ibu ...