PKMD
PEMBANGUNAN
KESEHATAN MASYARAKAT DESA
A. Pendahuluan
Pada awal tahun
1970-an, organisasi kesehatan dunia (WHO) mendesak negara anggotanya untuk
melakukan penilaian terhadap sistem pelayanan kesehatan masing-masing dengan
mengacu kepada hasil studi WHO mengenai pelayanan kesehatan desa. Departemen
kesehatan Indoensia menanggapinya dengan menyusun rencana Program Pembangunan
Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) yang mulai dilaksanakan pada tahun 1975. Suatu
kelompok kerja dibentuk untuk merencanakan danmengembangkan program PKMD secara
resmi dinyatakan sebagai suatu strategi untuk meningkatkan kesehatan rakyat
Indonesia.
PKMD adalah
bentuk operasional dari Primary Health Care (PHC) di Indonesia. PKMD mencakup
serangkaian kegiatan swadaya masyarakat berazaskan gotong royong yang didukung
oleh pemerintah melalui koordinasi lintas sektoral dengan tujuan untuk memenuhi
kebutuhan kesehatan atau yang terkait dengan kesehatan, agar masyarakat dapat
hidup sehat guna mencapai kualitas hidup dan kesejahteraan yang lebih baik.
Meskipun
kesehatan merupakan tujuan utama, dalam PKMD ini juga dicakup kegiatan lain
yang relevan dan mendukung upaya perbaikan kualitas hidup masyarakat. PKMD
mempunyai 8 upaya kesehatan dasar, yang mencakup :
1.
Pendidikan
masyarakat tentang masalah kesehatan & upaya penanggulangannya
2.
Pemberantasan
dan pencegahan penyakit endemik setempat
3.
Program
imunisasi
4.
Kesehatan
ibu-anak dan keluarga berencana
5.
Pengadaan
obat essensial
6.
Pengadaan
pangan dan gizi
7.
Pengobatan
penyakit umum dan cedera
8.
Penyediaan
air bersih dan sanitasi lingkungan
Selanjutnya,
program PKMD juga mencakup kegiatan seperti : asuransi kesehatan, pos obat desa
atau pos kesehatan, tenaga kesehatan sukarela kader kesehatan dan kegiatan
peningkatan pendapatan, seperti perkreditan, perikanan dan industri rumah
tangga ; yang biasanya menjadi pintu masuk pelbagai program swadaya masyarakat
di bidang kesehatan
Program PKMD
merupakan bagian integral dari pembangunan pedesaan yang menyeluruh, dibawah
naungan LKMD (Lembaga ketahanan masyarakat desa). LKMD merupakan suatu forum
kegiatan pengembangan masyarakat yang dilaksanakan dengan dukungan kerjasama
lintas sektoral. LKMD bertanggung jawab atas sepuluh segi pembangunan, termasuk
kesehatan dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupan ekonomi dan sosial
masyarakat.
B. Sejarah
perkembangan PKMD
Dalam rangka
penyebarluasan konsep, PKMD pertama-tama diperkenalkan sebagai suatu pendekatan
pembangunan masyarakat pada rapat kerja nasional Januari 1976. Raker tersebut
menerima PKMD sebagai suatu pendekatan yang ampuh untuk meningkatkan cakupan
pelayanan kesehatan dengan sasaran akhir meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat, serta merekomendasikan agar dilakukanlangkah lebih lanjut untuk
merumuskan suatu program nasional PKMD.
Untuk
melaksanakan rekomendasi tersebut, Maret 1976 diselenggarakan lokakarya
nasional di tawangmangu Jawa Tengah. Tujuan seminar lintas sektor ini adalah
meningkatkan pemahaman bersama antara pelbagai sektor tentang arti dan ruang
lingkup pengembangan kesehatan masyarakat dan untuk menggali potensi serta
kemungkinan potensi berbagai organisasi pemerintah dan non pemerintah dalam
melaksanakan PKMD. Lokakarya membahas tentang manajemen, rujukan, program
pelayanan dan peran serta masyarakat. Hasil lokakarya ini menjadi masukan
yang berharga dalam seminar lintas sektor tentang PKMD yang dilaksanakan di
Jakarta April 1976.
Rakernas Januari
1977, menyetujui PKMD merupakan strategi untuk meningkatkan status kesehatan
khsuusnya di pedesaan. Dan pada bulan Maret 1977 diadakan rapat kerja nasional
PKMD, yang bertujuan merumuskan kebijaksanaan umum dan strategi untuk
melaksanakan PKMD di Indonesia. Tahun 1978 PKMD dilaskanakan secara nasional.
C. Definisi
Pembangunaan
kesehatan masyarakat desa (PKMD) adalah :
1.
Rangkaian kegiatan masyarakat yang dilaskanakan atas dasar gotong royong dan
swadaya dalam rangka menolong diri sendir (masayarakat) untukmenegnal,
meemcahkan masalah/kebutuhan yang dirasakan olehmasyarakat baik dalam bidang kesehatan
maupun bidang lain agar mampu memelihara dan meningkatkan kehidupan (sehat
sejahtera)
2. Upaya
untuk menggerakkan masyarakat pedesaan/perkotaan dan meningkatkan kemampuannya
dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal dengan berorientasi pada kebutuhan
khusus masyarakat terutama yang berpenghasilan rendah tanpa mengabaikan
masayarakat lain dan mendayagunakan potensi dan peran masyarakat, sektor
kesehatan dan sektor lain secara terpadu.
D. Tujuan
1. Tujuan
umum
Meningkatkan
kemampuan masyarakat dalam menolong dirinya sendiri dibidang kesehatan dalam
rangka meningkatkan mutu hidup dan kesejahteraan masyarakat
2. Tujuan
khusus
a.
Menumbuhkankan
kesadaran masayarakat akan potensi yang dimilikinya untuk menolong diri mereka
sendiri dalam meningkatkan mutu hidup mereka
b.
Mengembangkan
kemampuan dan prakarsa masyarakat untuk berperan secara aktif dalam upaya
kesehatan
c.
Menghasilkan
lebih banyak tenaga-tenaga masyarakat setempat yang mampu, terampil serta
berperan aktif dalam kegiatan pebangunan desa
d.
Meningkatkan
status kesehatan amsyarakat dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan
kematian, serta meningkatkan status gizi.
E. Ciri-ciri
PKMD
1.
Kegiatan
dilaksanakan atas dasar kesadaran, kemampuan, dan prakarsa masyarakat sendiri
2.
Perencanaan
kegiatan dibuat oleh masayarakat sendiri dengan bantuan petugas kesehatan
3.
Pelaksanaan
kegiatan berlandaskan pada peran serta aktif dan swadaya masyarakat
4.
Masukan
dari luar hanya bersifat memacu, melengkapi dan menunjang, tidak mengakibatkan
ketergantungan
5.
Pelaskana
kegiatan adalah masyarakat
6.
Memanfaatkan
teknologi tepat guna
7.
Kegiatan
yang dilakukan sekurang-kurangnya mencakup salah satu unsur PHC
F. Wadah
kegiatan
Wadah kegiatan
PKMD adalah LKMD (Lembaga ketahanan masyarakat desa).
G. Strategi
pembinaan
1.
Tim
pembina PKMD dimasing-masing tingkat sekaligus dijadikan sebagai forum
koordinasi di masing-masing tingkat
2.
Setiap
kegiatan partisipasi masyarakat yang akan dipromosikan oleh salah satu sektor,
terlebih dahulu dibahas dalam forum koordinasi
3.
Jenis
bantuan apapun yang akan dijalankan harus selalu berdasarkan pada proporsi
kebutuhan masyarakat setempat
4.
Seluruh
tahap kegiatan, mulai dari persiapan, perencanaan, pelaksanaan, penilaian,
pembinaan sampai pada perluasan, dilakukan oleh masyarakat sendiri dan bila
perlu dibantu oleh pemerintah secara lintas program dan lintas sektor
5.
Wadah
kegiatan PKMD adalah LKMD sesuai dengan Kepres Nomor 28 tentang penyempurnaan
dan penempatan fungsi LSM menjadi LKMD
6.
PKMD
adalah kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat dari masyarakat dan untuk
masyarakat.
H. Pengembangan
dan pembinaan
1.
Pengembangan
dan pembinaan PKMD berpedoman pada GBHN
2.
Pengembangan
dan pembinaan PKMD dilaskanakan dengan kerjasama lintas program dan lintas
sektor melalui pendekatan edukatif
3.
Koordinasi
pembinaan melalui jalur fungsional pada tiap tingkatan (tingkat propinsi
oleh gubernur, kabupaten oleh bupati dan tingkat kecamatan oleh camat)
4.
PKMD
merupakan bagian integral dari pembangunan desa secara keseluruhan
5.
Kegiatan
dilaksanakan dengan membentuk mekanisme kerja yang efektif antara instansi yang
berkepentingan dalam pembinaan masyarakat desa
6.
Puskesmas
sebagai pusat pengembangan dan pembangunan kesehatan berfungsi sebagai dinamisator.
I.
Mekanisme pembinaan
Untuk mengenal
masalah dan kebutuhan mereka sendiri, masyarakat mendapatkan bimbingan dan
motivasi dari puskesmas yang bekerjasama dengan sektor-sektor yang
bersangkutan. Pemuka masyarakat diarahkan untuk membahas masalah dan kebutuhan
yang dirasakan dan dibimbing untuk memecahkan masalah serta memenuhi
kebutuhannya dengan menggunakan sumber daya setempat. Puskesmas bersma sektor
yang bersangkutan memberi bantuan teknis atau materi yang dibutuhkan dengan
catatan bantuan tersebut tidak menimbulkan ketergantungan.
Dalam hal
masalah dan kebutuhan masyarakat tidak mungkin diatasi sendiri, maka pelayanan
langsung diberikan oleh puskesmas dan atau sektor yang besangkutan.
J. Peran
sera masyarakat dalam PKMD
1. Survei
mawas diri
Dimana
masyarakat mencari/menggali sendiri dan mengolah sendiri kondisi yang ada di
masyarakat. Kegiatan survei mawas diri meliputi : pendataan sesuai kriteria,
pengolahan data dan tabulasi, serta merumuskan permasalahan yang dihadapi
2.
Musyawarah masyarakat desa
Kegiatan dalam
musyawarah masyarakat desa adalah sebagai berikut :
a.
Menyiapkan salinan tabulasi data (untuk lurah, LKMD dan puskesmas)
b.
Undangan untuk MMD
c.
Menyiapkan tempat untuk MMD
d.
Pelaksanaan :
ü
Pembukaan oleh Pak Lurah
ü Ketua
(MHS/Tokoh masyarakat)
ü
Identifikasi masalah bersama masyarakat
ü Membantu
untuk prioritas masalah dengan mempertimbangkankan aspek pendukung (dana,
sarana, PSM) dan aspek penghambat
ü Membuat
rencana pemecahan masalah sesuai prioritas
Posyandu